sabarlah....
Waktu yang berharga...!
Jack baru saja mendapatkan pelajaran
berharga.Ia membuka sebuah kotak keemasan dan ia mendapati di dalamnya
sesuatu yangsangat berharga juga secarik kertas yang sangat
berkesan.Waktu kecil ia tinggal bersama ibunya di sebuah kota kecil. Ia
bertetangga dengan seorang duda yang istrinya sudah meninggal.Duda itu
tidakmempunyai anak dan hanya tinggal sendiri.Pria malang itu melihat
Jack bertumbuhdari seorang anak-anak, sampai kencan pertamanya,lulus
dari kuliah, bekerja dan menikah. Jack adalah seorang pekerja keras yang
gila kerja.Ia bahkan tak ada waktu untuk putrinya dan istrinya. Setelah
ia menikah, ia dan keluarganya tidak lagi tinggal di sebelah rumah pria
tua itu.
Mereka pindah.Suatu hari Jack mendapat telepon dari
ibunya,"Ingat Pak Belser ? Ia meninggal dunia hari Selasa lalu.
Pemakamannya hari Kamis pagi."Kenangan masa kecilnya berseliweran dalam
dirinya. Ia mengenang kembali masa-masa kecilnya dengan Pak Belser."Halo
?" suara ibunya membangunkannya."Iya bu, aku akan ke sana hari Rabu",
kata Jack"Tapi kupikir Pak Belser sudah lupa tentang diriku""Oh tidak,
Jack," kata ibunya,"Pak Belser selalu ingat padamu. Ia ingat akan
hari-hari di mana kamu main-main di balik pagar rumahnya dan hari ketika
kamu duduk di pangkuannya ketika istrinya meninggal.""Beliau orang
pertama yang mengajariku ilmu pertukangan. Tanpa beliau, aku tidak akan
mungkin terjun ke usaha ini." kata Jack.Sesibuk-sibuknya Jack, ia
kemudian mengatur ulang jadwalnya di hari Rabu dan Kamis.
Ia menghargai
Pak Belser seperti ayahnya sendiri dan ia sangat ingin ada di sana
ketika pemakamannya.Hari Rabu malam ia tiba di kampung halamannya. Ia
dan ibunya kemudian berjalan ke rumah Pak Belser untuk terakhir
kalinya.Di beranda,ia mengintip ke dalam rumah Pak Belser.Terbesit
banyak kenangan tentang masa kecilnya.Sofa yang sering ia duduk, meja
makan di mana ia pernah memecahkan piring, telepon di sudut ruangan dan
hey.Jack terdiam sejenak."Kotak emas di ujung meja itu hilang!"seru
Jack.Ibunya bingung. Segera Jack menjelaskan tentang kotak emas di ujung
meja itu.Ukurannya tak lebih dari satu jengkal orang dewasa dan bercat
emas di luarnya."Pak Belser selalu mengatakan itu miliknya paling
berharga dan akan diberikan kepada seseorang yang layak menerimanya.
Tapi setiap kali aku menanyakan isinya, ia selalu menjawab 'Pokoknya
berharga deh'."Dan sekarang kotak emas itu sudah tidak ada lagi. Dugaan
Jack, mungkin diambil oleh seorang keluarga jauhnya.Dua minggu kemudian
setelah pemakaman, seorang kurir mengantarkan sebuah paket untuk Jack.
Nama Jack tertulis di atas paket itu dengan tulisan yang sangat sulit
dibaca. Jack membuka paket itu. Di dalamnya ada sebuah kotak emas
(persis seperti kotak emas Pak Belser yang hilang itu) dan sepucuk
surat.
Jack membaca surat itu,"Setelah kepergianku, tolong sampaikan
kotak ini kepada Jack Bennet. Ini adalah harta paling berharga yang
kumiliki"Sebuah kunci ada dalam amplop itu, kunci untuk membuka kotak
itu. Hatinya bergetar, tanpa sadar ia menangis terharu, Jack perlahan
membuka kotak itu.Di dalamnya dia menemukan sebuah jam saku yang indah
yang terbuat dari emas.Dengan perlahan Jack membuka jam itu. Di dalamnya
terukir kata-kata yang takpernah ia lupakan seumur hidupnya,"Terima
kasih, Jack, untuk waktumu. Ini saya berikan jam untukmu, sesuatu yang
paling berharga bagiku. Harold Belser""
Yang ia hargai dariku adalah.
waktuku." serunya perlahan.Ia menggenggam jam itu beberapa saat.
Kemudian ia menelepon sekertarisnya untuk membatalkan semua janjinya
untuk dua hari ke depan."Mengapa?" tanya Janet, sekertarisnya."Aku ingin
menghabiskan waktu untuk keluargaku," kata Jack"dan Janet, terima kasih
untuk waktumu."Sobat, di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa ditarik
kembali : Perkataan dan Waktu.Waktu yang sudah lewat tidak akan bisa
dikembalikan lagi.Waktu tidak bisa dipaksa mundur, tidak bisa
diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat.
Waktu akan terus bergerak
maju dengan kecepatan konstan.Kita tidak akan bisa kembali ke masa
kanak-kanak.Kita tidak bisa mengulang satu peristiwa yang sama di waktu
yang lain.Sudahkah Anda memberi waktu pada diri Anda dan sesama
?Sudahkah orang lain menghargai waktu yang telah Anda korbankan kepada
mereka ?